Ragam Aksi dari Tax Planning

Pada ulasan sebelumnya, kita sudah membahas mengenai apa itu tax planning dan kenapa tax planning menjadi penting dilakukan. Nah, pada kali ini kita akan membahas ragam dan jenis dari tax planning.

Dalam dunia tax planning kita mengenal tiga tindakan yang dilakukan yaitu tindakan yang dilakukan dengan tujuan menghemat pembayaran pajak (TAX SAVING), tindakan dengan tujuan untuk menghindari pengenaan pajak yang lebih besar atau tidak dikenakan pajak sama sekali (TAX AVOIDANCE), dan terakhir tindakan yang dilakukan namun disadari atau tidak telah melanggar ketentuan perpajakan (TAX EVASION).

Dalam bahasa sederhana, tax avoidance merupakan tindakan yang bertujuan meminimalkan pembayaran cara legal. Sementara, tax evasion menjadi tindakan yang tujuan akhirnya meminimalkan pembayaran cara illegal.

Literatur perpajakan, istilah tax avoidance biasanya dipahami sebagai suatu skema transaksi yang ditujukan untuk meminimalkan beban pajak dengan memanfaatkan kelemahan-kelemahan (loophole) ketentuan pajak yang berlaku. Tentu saja, skema tersebut, sah-sah saja dilakukan sepanjang masih dalam koridor hukum. Namun, menurut para pakar perpajakan, skema tersebut tidak berdasarkan atau berlawanan dengan maksud dari pembuat undang-undang.

Berdasarkan fakta tersebut lah dikenal istilah Acceptable dan Unacceptable Tax Avoidance. Berikut perbedaan antara keduanya.

Acceptable Tax AvoidanceUnacceptable Tax Avoidance
Memiliki tujuan usaha yang baikTidak memiliki tujuan usaha yang baik
Tidak Semata-mata melakukan penghindaran pajakSemata-mata melakukan penghindaran pajak
Tidak bertentangan dengan  semangat pembuat undang undangBertentangan dengan semangat pembuat undang undang
Tidak melakukan transaksi yang direkayasaMelakukan transaksi yang direkayasa

SIAP BERGABUNG serta BELAJAR TAX PLANNING?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14  +    =  21